Ujian Saring Masuk (USM) yang bersifat lokal dengan daya tampung 3.185 peminat, pelaksanaan perkuliahan dilakukan di kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar Palembang, tidak ada perbedaan sistem dengan mahasiswa yang kuliah di kampus Unsri Indralaya. Rektor Unsri Prof. Dr. Badia Perizade, MBA menegaskan, untuk perkuliahan sistemnya sama, hanya saja mahasiswa yang kuliah di Unsri Indralaya pembiayaan ada yang ditanggung (Subsidi-red) dari pemerintah, sedangkan di Unsri Bukit mesti biaya sendiri (Mandiri).
"Mulai dari Dosen, sarana prasarana, rektor, bahkan wisuda juga sama,"ujar Badia ketika dijumpai usai acara pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik
Teknik, lanjut Badia, semua biaya diserahkan ke program studi masing-masing. Untuk ijaza sendiri juga sama.
Khusus USM akan dilaksanakan setelah SNMPTN selesai. Lokasi pendaftaran sendiri dilakukan di Kampus Bukit Besar Palembang. USM- Unsri diperuntukan untuk memilih atau menyeleksi calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik yang baik sehingga mampu menyelesaikan studinya dengan prestasi yang tinggi dan tepat waktu pada program yang dipilihnya.
"Selain itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan ujian yang dilakukan secara terintegrasi, sehingga calon mahasiswa dengan hanya mengikuti sekali ujian dapat memilih beberapa program studi di Unsri sesuai perioritas pilihan,"ungkapnya.
Sementara Pembantu Rektor I Dr. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA menjelaskan, tahun akademik 2009/2010 khusus jalur USM, terdiri program Diploma tiga (D3) 590 peserta, Strata satu (S1) 2.595 peminat. "Total daya tampung 3.185 peserta,"jelasnya.
Sistem pelaksanaan tes sama seperti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), meliputi tes bidang studi prediktif dan Tes Potensi Akedemik (TPA). Sistem soal ada yang dibuat oleh panitia pusat dan panitia lokal (Unsri) melalui Bank soal Unsri.
Semua fakultas dan jurusan sama seperti Unsri Indralaya, hanya saja ada beberapa jurusan yang tidak ada pada Unsri Palembang, yakni Fakultas MIPA, Pertanian, SKM (Sekolah Kesehatan Masyarakat), Ilmu keperawatan dan Kedokteran Gigi. Zulkifli menambahkan, untuk jalur SNMPTN sampai Sabtu (20/6) formulir yang terjual sebanyak 10.002 formulir meliputi IPA sebanyak 3.448 formulir, IPS 3.261, IPC 3.293.
"Khusus tahun ini, SNMPTN ada tes TPA, dengan bobot nilai 30 persen dengan waktu selama 60 menit atau selama satu jam," ujar Zulkifli kemarin (21/6).
Dikatakannya, ada dua jenis soal yang di tes, mencakup TPA dan tes bidang studi prediktif. Khusus tes bidang studi prediktif meliputi tes bidang studi dasar (matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), ditambah sesuai dengan jurusannya baik IPA maupun IPS. Sedangkan IPC (terdiri IPA dan IPS) dengan bobot nilai mencapai 70 persen, pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar